Begitu sampai di lantai bawah, Tomi melihat Ririn sedang berdiri santai, membelakanginya sambil asyik mengamati bingkai foto keluarga yang terpajang di dinding ruang tamu. Dengan langkah yang sengaja dibuat berisik, Tomi menuruni anak tangga terakhir. "Cewek Pete! Ngapain lo datang ke rumah gue pagi-pagi begini?" tanya Tomi dengan suara lantang, sukses memecah keheningan ruangan. Ririn tersentak kaget. Ia hampir saja menyenggol vas bunga di sampingnya. Dengan cepat, ia memutar tubuh dan mencari sumber suara yang baru saja melontarkan julukan menyebalkan itu. Begitu matanya menangkap sosok Tomi yang berdiri dengan rambut acak-acakan dan kaos yang agak kusut, kekesalannya langsung memuncak. "Eh, Tembok Berjalan! Lo jangan belaga pilon ya!" seru Ririn sambil menunjuk wajah Tomi dengan telu

