Bab44

1166 Kata

Tiga puluh menit berlalu. Setelah menyelesaikan sarapan yang penuh kehangatan itu, Adrian benar-benar menepati janjinya. Ia tidak menyentuh jas kerjanya, tidak juga meminta kunci mobil. Hari ini, sang CEO dingin itu memutuskan untuk menanggalkan seluruh urusan duniawi demi menjaga benteng pertahanannya yang paling berharga: keluarganya. "Naumi," panggil Adrian pelan. Suaranya yang rendah bergema di ruang makan yang mulai sepi. Naumi, yang sedang membereskan sisa sarapan, menghentikan gerakan tangannya yang tengah menyusun piring-piring kotor. Ia mendongak, menatap Adrian yang masih duduk tenang di kursi kebesarannya. Tangan kanan pria itu mengetuk-ngetuk permukaan meja marmer dengan ritme yang teratur, menandakan ada sesuatu yang sedang berkecamuk di pikirannya. "Iya, Mas?" jawab Naumi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN