Bab43

1711 Kata

Suara azan Subuh berkumandang dari kejauhan, menyusup di sela-sela keheningan fajar dan perlahan membangunkan Naumi dari tidur lelapnya. Naumi menggeliat kecil, mengeluarkan lenguhan halus sambil mengucek matanya yang terasa masih berat. "Jam berapa sekarang?" gumam Naumi dengan suara serak khas orang bangun tidur. Ia hendak meraba meja di sampingnya untuk mencari jam atau ponselnya, namun tiba-tiba gerakan tangannya terhenti di udara. Ia merasakan sesuatu yang berbeda. Sentuhan sprei yang ia raba terasa jauh lebih halus dan dingin, aroma ruangan ini pun bukan aroma ruang tamu yang biasanya tercium bau harum pengharum ruangan otomatis, melainkan aroma maskulin yang kuat—campuran antara kayu cendana dan parfum mewah yang sangat ia kenali. Naumi mengerjapkan matanya berulang kali, berusah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN