Tomi yang tadinya begitu serius menatap layar monitor bersama Ririn, tiba-tiba tersentak saat sebuah notifikasi dari Adrian masuk ke ponselnya. Matanya membelalak, wajahnya berubah pucat pasi seolah baru saja melihat hantu. "Ririn, kita pergi sekarang!" ajak Tomi tanpa penjelasan lebih lanjut. Ia langsung berdiri tegak dan berjalan cepat keluar rumah, meninggalkan semua peralatan canggihnya yang masih menyala. "Kita mau ke mana? Eh, Tembok! Tunggu!" tanya Ririn bingung. Namun, Tomi sudah melangkah keluar rumah dengan langkah buru-buru, bahkan hampir menabrak pintu geser di ruang tamu. Ririn tidak punya pilihan lain. Ia mengambil tasnya dan melakukan jalan seribu langkah untuk mengejar Tomi yang gerakannya sudah seperti orang kesurupan. Begitu sampai di teras rumah, Tomi langsung berdir

