Jika tadi, Naumi masih bisa mendapati kilatan emosi yang terpancarkan di kedua mata Adrian. Itu lebih baik daripada ekspresi yang sulit diartikan. Naumi tidak bisa menebak apa yang Adrian pikirkan ketika menyentuh bibirnya. Perjalanan setengah jam bagaikan seharian, waktu di antara mereka seolah-olah berhenti berputar saat keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Hari masih panjang, Adrian hanya mengantarkan Naumi kembali ke rumahnya saja tanpa banyak berkata. Kemudian berlalu tetapi dia tak lagi ke kantor. Melainkan menuju rumah orang tuanya. Di sana sudah ada Natasya yang mendramatisir keadaan di pelukan Helene. “Itu ada Adrian. Sekalian kamu jelasin sama dia.” Helene berada di pihak Natasya. Sebelum Adrian berkata apapun, dia menunjuk kursi kosong di sebelahnya. Adria

