Bab34

816 Kata

Sinar matahari pagi menyinari bumi dengan lembut, menyapa setiap makhluk yang tengah memulai aktivitas. Ada yang berlari kecil mengejar keringat, ada pula yang berjalan santai menyesap udara pagi yang masih bersih. Kehangatan itu seolah menyatu dengan aura positif yang dipancarkan oleh Ririn Oktavia Zahra. Gadis sederhana dengan kecantikan alami itu selalu berhasil membuat suasana di sekitarnya terasa lebih ceria. Pagi ini, Ririn tengah sibuk di depan lapak sayur langganannya. Jemarinya lincah memilah cabai dan bumbu dapur, namun matanya terus mencari sesuatu yang kurang. “Bu... Ibu nggak jual petai, ya?” tanya Ririn sambil celingukan. “Hah?” Ibu penjual sayur itu terbengong. Mulutnya sedikit terbuka, menatap Ririn dari ujung rambut hingga ujung kaki. Merasa pertanyaannya digantung, Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN