“Aduh! Dasar kucing menyeberang jalan sembarangan. Sampai ponselku jatuh dan mati,” gerutu Anna dalam mobil setelah menepi dan mengecek semua keadaan. Bos muda itu melanjutkan perjalanannya pulang setelah memastikan semuanya baik-baik saja. Kali ini dengan kecepatan sedang gadis berbulu mata lentik itu mengemudi. Suara Carel dari telepon barusan masih terngiang di telinganya. Dia berusaha menepisnya dengan cara menganggap guru tinju itu hanya bercanda seperti sebelumnya. “Huh ... akhirnya sudah sampai rumah dengan selamat. Bik, bagaimana keadaan Ibu? Sudah makan? Sudah minum obat?” Anna memberondong beberapa pertanyaan kepada asisten rumah tangganya setelah menangkap sosok Bik Inah di dapur. “Aduh, Non. Buat Bibi kaget saja. Ini lagi buatkan bubur buat Nyonya Rania. Tadi beliau minta,”

