Mulut kecilnya maju lima senti. Rasa geramnya kembali muncul kepada Deon. Baru saja dia merayakan kemenangannya. Kini rasa yang awal kembali lagi. Marah. Anna tak terima dibilang wanita tomboi yang tak pernah bersolek. Namun, setelah dipikir-pikir kembali, ada betulnya juga yang dikatakan Deon barusan. Hem. Tetap saja tak diterima begitu saja. “Awas, ya. Saat aku sudah beraksi. Lihat aja. Pangeran Inggris pun akan terpikat akan kemolekanku,” omelnya. Anna pun mengambil cermin kecil di lacinya. Dia memandang wajahnya sendiri dari semua sudut. Baru kali dia memperhatikan bentuk wajahnya di cermin dengan saksama. Berbeda dengan biasanya. Sebelumnya wanita itu tak pernah kerasan dengan yang namanya cermin. Mungkin beberapa detik saja, itu pun kalau diperlukan sangat. “Aku harus apakan ini

