Hari ini Anna memaksakan diri hendak pergi ke kantor. Kini dia duduk bersama Bu Rania menikmati sarapan yang telah disiapkan Bik Inah. Sebenarnya kakinya belum sepenuhnya sembuh. Akan tetapi, bayangan pekerjaan kantor yang menumpuk membuatnya semangat untuk masuk. Dia tak rela lembur hanya karena pekerjaan yang ditumpuk beberapa hari. “Kamu yakin, Nak sanggup ke kantor?” tanya wanita yang sedang duduk di depan Anna. “Yakin.” Singkat, padat, dan jelas jawaban dari Anna. Dia masih menikmati roti tawar yang sudah diolesi selai sari kaya dengan santai tanpa melihat lawan bicaranya. “Bik, Pak Baba sudah dikasih tahu belum kalau pagi ini harus ngantar aku?” Anna mengalihkan pembicaraannya dengan Bu Rania. Dia sengaja bercakap dengan Bik Inah yang masih berada di dapur. Entah mengapa? Sepert

