Kebakaran

1088 Kata

“Apa-apaan ini? Kenapa wajahnya malah melongo gitu. Menyebalkan. Mungkin matanya tak melihat ada wanita cantik yang lewat tadi. Sebel!” Anna bergumam setelah menduduki kursi dan menaruh tas tangannya asal. Anna mencebik. Wanita berbulu mata lentik itu kembali menatap wajahnya melalui mirat di tangannya. Sepertinya tak ada yang salah, malah sempurna buah karya Bik Inah. Akan tetapi, ada apa ekspresi Deon? Menyebalkan sekali bukan? Wajah lelaki dingin itu sudah datar ditambah dengan tatapan anehnya saat menatap Anna. Hal itu membuat gadis yang menjadi bosnya itu bergidik. Bahunya naik turun membayangkan kejadian barusan di depan ruangannya itu. “Dasar. Lelaki aneh memang.” Tepat setelah Anna meletakkan cermin di mejanya. Pintu ruangannya terdengar ada yang membuka. Benar saja. Seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN