“Maaf Carel. Aku baru bisa mengangkat telepon darimu,” ucap Anna setelah beberapa hari panggilan masuk dari guru tinjunya itu tak direspons. “Kamu baik-baik saja, ‘kan? Aku mendengar kabar gudang kainmu terbakar?” tanyanya dengan nada khawatir. “Baik. Semua sudah ditangani oleh Deon.” Carel mengenal Anna. Dia tahu apa yang sangat ditakuti oleh gadis pujaannya itu. Kebakaran. Oleh sebab itu, saat mendengar gudang kain milik Anna terbakar, Carel sangat mencemaskan wanita itu. Dia tak percaya kalau Anna baik saja. Pasti tadi terjadi sesuatu. “Aku ke rumah, ya?” tanya Carel. “Mau ngapa? Aku beneran, kok, baik-baik saja.” “Tidak. Pokoknya aku mau ke sana.” Carel memutus sepihak jaringan teleponnya. Anna membuang napas dari mulut. Tampak ada sesuatu beban di pundaknya sedikit luntur setel

