Tamu Aneh

1078 Kata

“Kenapa Ibu ke sini? Sama siapa ke sini?” “Itu.” Bu Rania menunjuk orang yang baru saja masuk ke ruangan CEO itu. Seorang pria dengan pakaian perlente, rambut klimis, kacamata hitam muncul dari balik pintunya. Dia melambaikan tangan kepada Anna lengkap dengan seulas senyum yang terukir di bibirnya. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Anna sedikit berbisik di dekat telinga Carel. “Tenang saja. Mari kita duduk dulu. Silakan duduk dulu Bu Rania.” Lelaki itu mempersilakan Bu Rania bak si empunya ruangan. “Ruanganmu nyaman juga, ya. Pantas saja kamu bisa betah di sini.” Kembali Carel melanjutkan bicaranya seraya mengangguk-angguk. Anna semakin bingung dengan kedua tamu tak diundangnya. Dia pun mengikuti tamunya untuk duduk di sofa. Hening. Tak ada apa pun yang keluar dari mulut masing-masing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN