Enam Puluh Tiga

1946 Kata

Aku membaringkan tubuh ke kasur. Menarik ponsel ke depan wajah. Tidak ada lagi pesan atau panggilan dari Ian. Itu membuat aku sedikit merasa sedih. Sekalipun kami berakhir, harusnya dengan jalan yang baik. Karena begini justru kami sama-sama merasa tersiksa oleh rasa bersalah. Kulempar ponsel ke sembarang arah. Enggan sakit hati akan bukti bahwa Ian tidak lagi memperdulikan aku. Ketukan di pintu menarik atensiku. Apakah Sam? Tadi dia meminta izin membersihkan tubuh Moca—si kucing british shorthair yang sangat imut. Itu dilakukan sebab papa mencegatnya di bawah. Memberikan persyaratan bahwa kucing tersebut boleh tinggal, namun hanya setelah dipastikan bersih dan melewati tes kesehatan dari dokter hewan. Merepotkan, jadi aku membiarkan Sam yang mengurus. "Seria?" Nah benar kan. Itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN