Enam Puluh Dua

1752 Kata

Dua minggu berlalu tanpa kejadian istimewa. Aku sepenuhnya hanya menjalankan sesuatu yang monton. Berangkat sekolah, les muay thai di sore hari dan mengulangi pelajaran sekolah di malam hari. Sabtu pula setelah rebahan sepanjang hari aku pergi ke kelas memasak. Begitu saja, tidak ada lagi gliter-gliter dalam hidupku. Ian pula akhirnya berhenti meneror ponselku. Itu terjadi pada hari sabtu kemarin. Apa dia sudah menyerah? Mungkin saja dan jelas hal bagus, tapi entah mengapa hatiku terasa ngilu. Aku masih sedikit menginginkan Ian. Aneh benar mengingat kemarin aku sudah kukuh untuk berhenti. Hati ini memang mudah sekali berubah. Membuat aku kesulitan saja untuk mengambil keputusan. Dingin es dan kaleng mengejutkan pelipisku. Pelakunya adalah Sam. Setelah pertengkaran aku dan Ian dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN