Kudorong pelan pintu mobil. Menutup kembali setelah mengatakan pada supir bahwa aku akan pulang bersama Sam. Mobil tersebut kemudian segera meluncur, meninggalkan tempatku berdiri. Segera saja aku melangkah ke dalam bengkel AERO. Setelah cukup lama mengamati ternyata bengkel Sam ini hanya ramai dikunjungi oleh klien di siang hari. Pada malam pula adalah waktunya dia memperbaiki apa yang diminta. Kata Deni itu sengaja dibuat sebab siang hari mereka ingin fokus bermain dan sekolah saja. "Sam." Kuserukan namanya begitu melihat dia keluar dari bawah mobil. Manik coklatnya terpaku untuk beberapa detik hingga aku tiba di hadapannya. "Hai." Dia berdiri. Menjulurkan tangan kirinya pada pipiku. Tidak kotor sama sekali. Hanya saja sengatan kehangatan yang sampai di hati membuat aku berdebar.

