Lima Puluh Delapan

1574 Kata

"Sam, aku mau memutuskan pertunangan kita." Dia yang tengah membenahi mesin mobil memutar leher. Keringat yang menetes membuat kulit kecoklatannya berkilau eksotis. "Kamu siap dengan resikonya?" "Masih belum, tapi aku tidak punya pilihan lain." Aku sudah berjanji pada Ian. Sebelum dia mengetahui rahasia ini memang sebaiknya segera diputuskan agar tidak menjadi duri. "Lakukanlah jika itu yang terbaik." Sam kembali pada pekerjaannya. Aku jadi merenungi kembali perkataan Ian tadi. Dia membutuhkan aku dan aku juga membutuhkan dia. Apalagi? Jelas kami harus bersatu secepatnya. Secara resmi dan tanpa kebohongan lagi. "Sam!" Ah Si Adelin pula. Kenapa dia datang di saat aku tengah sensitif begini? "Kenapa?" Seolah tidak terganggu oleh suaranya, Sam berbalik sempurna ke pada Adelin. "Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN