**** Bunyi bel di depan apartemen terdengar dipencet beberapa kali, membangunkan si empunya ruangan yang tengah bergelung dengan selimut super tebal miliknya. Sasmita Anggi mengumpat dalam hati, ia menggeliat dan mencoba membuka matanya yang masih terasa pedih lagi lengket. Sasmi mencoba mengingat hari apakah hari itu. Ya, hari sabtu. Seharusnya hari sabtu dan minggu adalah hari surga baginya untuk bergelung bebas dengan selimut tebalnya hingga siang hari. Suara bel lagi-lagi ditekan, mengusik Sasmi untuk segera turun dari ranjang. Siapakah tamu yang datang pada pukul setengah enam pagi? Sasmita membuang selimutnya dengan kesal, ia berjalan menuju ke pintu guna membukakan pintu untuk tamunya. "Hai Mbak, baru bangun ya? Eh, mentang-mentang libur kerja euy." Putri menyapa dengan heboh.

