Bab 14—Tak Bisa Tidur

1263 Kata

**** Apa yang terjadi di lift waktu itu benar-benar membekas dalam ingatan Sasmita Anggi. Hingga tengah malam pun, ia tidak bisa tidur dan terus terbayang-bayang akan pelukan hangat seorang berondong muda tukang kembang—Haga Hanugara. Bukan karena ia tidak terbiasa dengan laki-laki, hanya saja pelukan kala itu terasa berbeda dari sebelumnya. Sasmi sadar, ada sesuatu yang hilang selepas pelukan itu terjadi. Oh, mungkinkah Haga mencuri secuil hatinya saat berada di lift itu? Mungkinkah? Wajah Sasmita merebak merah, nyatanya ia hanya berguling-guling di atas ranjangnya dengan bola mata masih berbinar sembari menatap langit-langit kamar. Sesekali ia tersenyum, ia bahkan tidak tahu ia tersenyum untuk siapa dan untuk apa. Ponsel merk berkelas itu berdenting pelan, pesan w******p masuk ketika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN