**** Kini di ruang tamu kecil itu telah duduk Haga Hanugara, Sasmita, Putri, dan juga Ibu Mita. Dengan dikepalai oleh Pak Harjono, sidang isbat segera dimulai. Suasana ruang tamu terlihat tegang, tak ada percakapan yang terdengar. Suara televisi yang tadi terdengar menggema dengan acara berita lokal kini bahkan dimatikan. Pak Harjono mengedarkan pandang, menatap Haga sedemikian rupa. Dalam benak pria paruh baya berusia 56 tahun itu, ia tengah menilai penampilan Haga yang sederhana namun terkesan rapi. Usianya mungkin sekitar duapuluhan, berbeda jauh dengan Sasmita—putrinya. Kini pandangan sang bapak tertuju pada Sasmi, benaknya kembali berucap, mungkinkah Sasmi bersanding dengan pria yang sangat teramat muda?! "Pak, mau bicara apa?" tegur Bu Mita pelan, menyadarkan lamunan sang bapak ya

