"Pacaran? Mungkin nanti, rasanya umur ini masih dini." Suara bel pulang sudah berbunyi nyaring, mengharuskan seorang guru yang mengajar agama Islam memberikan pesan agar semua lelaki muslim mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah wajib setiap jumat. Selesai membaca doa, semua siswa keluar dengan cepat, sedangkan Devit masih santai bercengkerama dengan teman sebangkunya, yaitu Firman. Ketika mereka berjalan melewati gerombolan cewek seangkatan ataupun kakak kelas, selalu terdengar bisikan memuji tampang yang mereka berdua miliki. Jika Firman selalu meladeni dengan santai melempar gombalan maut, Devit sebaliknya hanya melempar senyum seadanya saja. Tidak lebih. Sebelum menggapai gerbang yang terbuka lebar, keduanya harus melewati sebuah masjid dua lantai. Sudah dipenuhi banyak siswa be

