"Tak banyak perubahan. Sifatnya masih tetap sama, si pemancing tawa." Ribuan kursi tamu berjejer rapi, mempersilakan para tamu undangan yang datang duduk manis siap menyaksikan detik-detik ijab kabul yang akan Bram lontarkan. Ternyata bukan kalangan biasa latar belakang Anya, beberapa saudara dekatnya adalah orang berada, kecuali keluarganya yang sangat terlihat sederhana. Dari keluarga Bram juga terlihat hanya beberapa orang yang datang dan Acha mengenal orang-orang itu. Mereka yang tak terlalu mengharapkan Acha hadir dalam kehidupan, mereka yang menyindirnya terang-terangan bahwa Bram tak sepantasnya menunggu dan berharap kepada seorang janda. Namun, rasa sakit hati yang dirasa sudah hilang terganti cepat oleh kehadiran Devid kembali ke dalam kehidupannya. Lihatlah! Jemari manisnya ta

