Meja Makan Panas

1075 Kata

“Iya, Kamu,” tegasnya sambil menatap tajam. “Em ... e ... maaf, tadi tak tahan lagi, maaf,” jawabku sambil mengangguk hormat. “Jika tinggal di sini, harus mengikuti aturan keluarga ini,” ujarnya sambil menatap dengan tatapan yang menurutku tampak tak bersahabat. “O-oh,” sahutku pendek, jujur saja pilihanku untuk tidak masuk dalam keluarga ini ketika itu memang keputusan yang tepat ... menurutku. Baru se-kalimat yang keluar dari mulut wanita dengan ekspresi wajah angkuh ini, aroma ngeri sudah tercium dari tempat duduk ini. “Ya ... walaupun hanya untuk jangka waktu pendek, tapi tetap saja, kan?” lanjutnya masih dengan ekspresi yang sama. Aku kembali mengucapkan kata maaf dan melakukan gerakan kepala yang sama. Sepertinya lebih aman begitu. Pegawai-pegawai dengan baju putih datang dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN