“Benarkah?” Tangan ini dengan cepat menutup mulut agar tidak teriak. Mata yang sudah terbelalak ini mengerjap-ngerjap, berharap setelah beberapa detik, sosok yang duduk tepat di hadapanku ini wajahnya berubah. Sayangnya harapan itu tak terwujud, wajah yang itu .... Oh ... tangan ini langsung basah karena keringat membanjir. “Kenapa Kesh?” tanya Tante Mona yang melihat duduk ini tak jenak. “Kenapa sih Kesh?” ulangnya, kemudian tangan wanita ini mengusap keringat yang mulai muncul di kening. “Kamu tenang saja napa? Eh di sini tu yang penting dah dapat izin dari laki-laki yang tadi siang itu,” ujarnya sambil menangkup pipi ini. “Ehh!” Tangan ini ditarik hingga kembali terduduk ketika beranjak. “Tan-,” ucapku gemetar. “Ihh kenapa sih, Kesh? Sudah pokoknya nanti kalau ada apa-apa, Tan

