“Saya?” seruku sambil menunjuk hidung. “Eh ... Tante, kira-kira, hubunganku dengan keluarga ini apa ya?” ucapku dengan nada lebih lembut. “Ya ... enggak ada,” jawabnya dengan wajah polos seperti biasa. “Alasannya apa, Tante?” lanjutku dengan heran. “’Kan aku sudah tinggal di tempatmu lama, sekarang gantianlah, tahu nggak? Baru beberapa jam saja kita pisah, Tante sudah ngerasa kesepian,” ujarnya dengan ekspresi sedih, duh ...andai Tante Mona juga tahu apa yang kurasakan. “Tante ‘kan bisa mengunjungiku kapan saja,” balasku sambil memandang pada laki-laki yang tengah memandang kami berdua. Aku menerka-nerka, jangan-jangan laki-laki ini berpikir bahwa kami berdua sedang drama. “Hem ... kayak gampang saja pergi dari sini ...,” rajuknya sambil menoleh ke arah laki-laki itu. “Itu bisa dia

