Seakan mendadak ada aliran listrik ribuan volt yang mengaliri kursi yang kududuki. Bukan hanya kuping ini tidak menangkap suara langkah kaki wanita ini. Tiba-tiba wanita yang mengenakan gaun biru dengan belahan d**a rendah ini, tiba-tiba sudah duduk di sebelah Aldar. Aldar meletakkan gelas yang ada dalam genggamannya. Tangan wanita yang tadinya meraih tangan laki-laki yang secara hukum negara ini masih berstatus sebagai suamiku ini lepas. Dan pemandangan berikutnya sungguh di luar dugaan. Telapak tangan Aldar dan wanita itu saling menggenggam. “Apa ini?!!” batinku menjerit. Dengan tanpa perasaan Aldar masih menatapku dengan ekspresi wajah tanpa dosa. Kemudian laki-laki ini mengalihkan pandangan. “Ya, aku ‘kan sudah bilang akan ke ruangan ini,” jawab Aldar dengan tenang. Suara denting

