Benar, karena masalah itu semuanya menjadi kacau. Aku melihat wajah Steve yang menaruh curiga pada paman. Kedua orang tuanya pergi pulang tanpa menyisakan restu di makan malam hari ini. Dia merotasikan matanya ke arah paman yang sedang duduk sambil melahap apel. “ paman, soal kejadian waktu itu. Mengapa kau ingin menembakku?” tanyanya dari hati ke hati. Paman terdiam, dia melempar apel ke meja dengan keras dan mendongakkan kepalanya ke arah Steve. “ ada sesuatu yang seharusnya tak kamu ketahui, sesuatu itu adalah alasan mengapa aku ingin membunuhmu saat itu” jawabnya, lalu dia pergi meninggalkan ruang makan. Steve mendengus pelan, Tiffany pergi ke kamarku. Dia memberiku waktu untuk berbicara dengan Steve. Sekarang pria yang berada di sampingku itu, mendekat ke arahku dan bertanya, “ Ir

