Cincin ini adalah cincin pertama yang tersemat di jari manisku. Aku masih belum menyangka, aku sudah benar-benar melepas masa lajang. Setelah upacara pemberkatan pernikahan itu usai, aku merasa lega. Degup jantung yang tak henti-hentinya berdebar sekarang kian mereda. Kini, aku duduk manis di sofa dalam kamar Steve yang mengarah langsung pada pemandangan di sekitar rumahnya. Angin perlahan-lahan masuk ke jendela kamar, seolah mereka menyapaku. Mungkin kau belum tau, sekarang aku berada di rumah Zacklee. Bukan hanya duduk dan singgah di ruang tamunya. Sekarang, aku tinggal di rumah mewah ini. cklekkk Steve membuka pintu kamar mandinya sontak membuat pandanganku teralih menatap ke arahnya. Dia masih mengenakan handuk dari bawah pusar ke lutut, lalu mengacak-acak rambutnya. Aku mendelik

