HARI-H

1354 Kata

Aku terpana kala mematut diriku di hadapan cermin, untuk pertama kalinya gaun putih ini terpasang di badanku. Aku menghembuskan nafas berkali-kali, Lima menit atau bahkan sepuluh menit kedepan aku resmi melepas masa lajangku. Tiffany menghampiriku yang saat ini duduk di kursi rias dengan anggun, dia memegangi pundakku selagi berbicara sambil menatap wajahku ke arah cermin. “ kau...harus siap” ujarnya sambil mengelus pundakku berkali-kali. Praktis hal itu membuatku sedikit tenang, perasaan gusarku seketika pun mereda. Aku mengangguk mengiyakan ucapannya, di samping itu aku menyentuh tangan kanan Tiffany yang masih berada di bahu. “ apakah...pembalasan dendamku akan berhasil?” Tiffany tersenyum tipis, “ hari ini...jangan pernah memikirkan sedikit pun soal tujuanmu. Kau.. harus fokus pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN