Gama menggendong Ara, kemudian membawanya masuk ke dalam kamar hotelnya. Itu salah satu tempat yang ia pikir paling aman. Ia sudah mengantar Ara ke butik tadi, namun butiknya ditutup. Ia juga tidak mungkin mengantar Ara ke rumahnya. Tujuannya adalah menghindari Arden. Jika Arden tahu … bisa gawat urusannya. Gama menidurkan Ara di atas tempat tidurnya. Ia melihat Ara tidak menggunakan als kaki sama sekali. Apa tertinggal di tempat itu? Gama menarik selimut, menutupi setengah tubuh Ara. Baru saja ia akan pergi, tiba-tiba Ara menariknya. Mau tak mau, Gama kembali mendekat. Wajah merah Ara sangat mendominasi matanya. Ia tidak pernah melihat seseorang mabuk dengan wajah semerah Ara. Gama terkekeh pelan. Ia mengulurkan tangannya menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi mata Ara. Wajah

