Ara membuka matanya perlahan, merasakan cahaya matahari mulai memaksa matanya untuk terbuka sempurna. Ara menoleh ke sebelahnya, mendapati Gama yang masih menutup mata. Ternyata suaminya itu belum bangun. Wajah Ara memerah ketika mengingat apa yang keduanya lakukan semalam. Perasaan yang benar-benar asing untuk Ara. Ia pun tersenyum. Matanya menoleh ke arah jendela. Gordennya terbuka lebar, membuat Ara harus menyipitkan matanya karena cahaya matahri. Tunggu! Bagaimana gorden itu bisa terbuka padahal semalaman tertutup? Apakah seseorang masuk ke dalam kamar mereka? “Aku yang buka gordennya,” gumam Gama dengan suara seraknya. Ara menoleh, kemudian menghela napas lega. Ia pikir seseorang masuk ke dalam kamar mereka. “Wajah kamu panik banget,” lanjut Gama sambil membuka sedikit matanya.

