Sebuah suara mengagetkan pria yang sedang tertidur itu. Feri—pria itu membuka matanya dengan cepat dengan wajah kusam. Pria itu menguap beberapa kali sebelum akhirnya membuka mata sempurna. Jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Feri membelalak, kemudian langsung melempar selimutnya asal dan berlari menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Kamar hotel ini benar-benar membuat Feri terlalu nyaman sampai lupa bahwa hari ini dia ada pertemuan keluarga. Ya, sejak hari pernikahan dua hari lalu, Feri memang meminta agar Gama menyewakannya sebuah kamar. Sebagai teman yang tidak ingin mendengar ocehan Feri, Gama pun menyetujuinya. Membiarkan pria itu melakukan hal-hal yang dia inginkan dalam beberapa hari. Namun itu justru membuat Feri melupakan segalanya. Jika hari ini dia tidak datang ke pertem

