"Mas, kok belum bersiap ke kantor?" Waktu sudah hampir pukul delapan pagi, tetapi suaminya terlihat masih bermalas-malasan. Naura meletakkan sebuah cangkir di atas meja di ujung ruangan. Bau harum kopi hitam tercium oleh Rama. Naura mendekat dan duduk di tepi ranjang. "Hari ini aku mengambil cuti. Kepalaku pusing. Aku sudah kirim pesan ke Pak Bos tadi," jawab Rama sambil beranjak dari tidurnya lalu duduk di samping Naura. "Sebaiknya sarapan dulu, setelah itu minum obat." "Aku sudah minum obat tadi. Aku tidak lapar. Tolong, Sayang, biarkan aku tidur." Rama menggenggam tangan Naura dan mengecupnya dengan lembut. "Aku kira kamu sudah siap berangkat. Baiklah, Mas. Aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu kalau begitu. Mbak Murni--keponakannya Bi Sari, sudah datang. Temannya Bi Sari yang bias

