"Sayang, aku mau berangkat kerja dulu. Alhamdulillah sudah selesai urusan jendelanya. Yanto dan Tono kerjanya cepat juga," pamit Rama pada istrinya. Naura sedang sibuk merapikan tempat tidur. Penampilan Rama sudah rapi dan wangi. "Mas ... kenapa nggak sekalian libur saja? Sudah jam satu lebih ...." Naura berdiri di hadapan Rama dengan tatapan memohon. "Hemm ... tumben minta aku libur. Nggak takut kalau nanti aku minta lagi?" Naura berdecih lirih mendengar pertanyaan Rama. "Kamu ini, Mas. Aku sedang serius. Aku ... aku takut sendirian di rumah," balas Naura sejujurnya. Dia benar-benar takut karena surat ancaman dan juga pesan yang baru dia terima. Namun sayang, Naura tetap tak ingin membatalkan rencananya. "Sayang ... insyaa Allah nggak ada apa-apa. Aku janji akan pulang cepat. Maaf, ak

