"Tidak! Danial tidak mungkin berbuat sampai sejauh ini. Meskipun aku baru mengenalnya, tapi aku yakin dia laki-laki yang berhati lembut. Aku yakin, ini memang perbuatan pencuri atau orang iseng." Naura bergumam sendiri dan mengingkari kalau Danial yang melakukan semua ini. Dia yakin, Danial laki-laki yang baik dan berjiwa besar. Namun, kedua bola matanya tiba-tiba tertuju pada sesuatu yang berwarna putih di bawah meja. Dia pun segera memungutnya. Rama masih sibuk dengan pecahan kaca di teras rumah dan menutup jendela dengan kardus bekas untuk sementara. Selembar kertas putih membungkus sebuah batu yang cukup besar. Batu itulah yang digunakan untuk melempar kaca jendela rumahnya. Naura membongkarnya dan segera membaca sebuah kalimat yang tertulis di kertas itu. BATALKAN ATAU KAMU AKAN ME

