"Sayang, kenapa melamun?" Rama melihat Naura duduk termenung di tepi ranjang. Dia baru saja selesai mandi setelah pulang kerja. Bau harum sabun dan sampo tercium oleh Naura, membuyarkan lamunannya. "Nggak apa-apa, Mas. Aku hanya memikirkan acara pertunangan kalian yang tinggal beberapa hari lagi. Semoga lancar, ya, Mas," jawab Naura sambil tersenyum. Dia sedang memperhatikan selembar nota pembelian dari sebuah toko perhiasan yang ada di tangannya. "Aamiin ... apa yang kamu pegang itu, Sayang?" tanya Rama sambil duduk di samping istrinya. "Oh ... ini nota pembelian cincin untuk Yasmin. Insyaa Allah jadinya hari Jumat. Aku akan mengambilnya ke sana bersama Yasmin," jelas Naura seraya memberikan nota itu pada Rama. "Biar aku saja yang mengambilnya setelah pulang kerja. Kamu sudah cukup

