Chapter 18

1104 Kata

 “Coba tenang dulu, habiskan itu air” ucap Robi pada Fano. Memang kebetulan Robi tidur di sebelah Fano yang tidur dipaling ujung kasur, sehingga ketika kedua temannya tidak mendengar jika Fano berteriak, Robi lebih jelasa mendengarnya. Fano masih tampak seperti orang linglung yang bingung jalan pulang, matanya masih terlihat kosong. “Kenapa kakek itu harus menarikku” ucap Fano. “Kakek? Kakek siapa yang kamu maksud?” tanya Robi. Robi tidak mengerti maksud dari omongan Fano yang tiba-tiba membahas kakek. Robi terus mencoba membuat Fano agar mau menceritakan apa yang dia impikan karena Robi kali ini sangat penasaran. Setelah dia mmelakukan obrolan dengn Bang Supri tadi sore, entah kenapa membuat Robi sangat begitu tertarik dan penasaran dengan hal-hal seperti itu kali ini. “Ayo kita dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN