Chapter 17

1043 Kata

Gadis itu masih tampak ragu berjalan keluar, dia masih binging apakah yang dilakukannya ini benar atau tidak. Dia tampak mendekati Anjas dengan penuh kerguan. “Enggak apa-apa, cuma sebentar kok” ucap Anjas. “Hehehe, iya mas” ucap gadis itu dengan tawa kecil. Dai tampak telihat manis sekali dengan senyum simpul yang menghiasai wajahanya. Gadis itu tampaknya lebih muda daripada Anjas. Namun karena sudah menjadi  sesuatu hal yang lumrah di desa jiak gadis seumuran dia pasti sudah atau akan segera menikah. Anjas meminta untuk duduk di sebelahnya, namun dia enggan melakukan itu karena dia merasa tidak pantas jika duduk berduan dengan orang lain di malam-malam yang seperti itu. “Kalau begittu berdiri saja gini” ucap Anjas. “Iya mas, maaf ya” ucap gadis itu “Nama kamu siapa kalau boleh tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN