Sebetulnya Robi masih belum sepenuhnya puas dengan penjelasan dari Bang Supri, di dalam hati dan pikirannya masih bertanya-tanya tentang apa akibat jika melanggar aturan yang di anggap hanay mitos olehnya itu. Lahir dan hidup di kota sedari kecil, membuat hal-hal yang berbua klenik da mitos seperti itu tidak pernah Robi temui dan rasakan sendiri, sehinggah hal-hal seperti itu sperti hal yang fana dalam kehidupan Robi. Meskipun dia tidak sepenuhnya percaya akan mitos itu, namun entah kenapa dia merasa jika hatinya seolah-olah memintanya unutk mepercayaikan akan hal itu. Ketika Robi ingin mencoba unutk percaya, akan sehatnya justru seolah-olah memintanya untuk membuang jauh-jauh pikirannya itu. “Mungkin lebih baik mereka bertiga sementara tidak tahu hal ini dulu” gumam Robi sembari berjala

