Chapter 9

1088 Kata

Suasana pedesaan di pagi hari membuat Aris bisa bangun pagi kembali, setelah selama ini sejak ia hidup di Jakarta, bangun pagi adalah sebuah kemustahilan baginya. Aris tampak sangat bahagia, akhirnya dia benar-benar bisa merasakan suatu nikmat yang amat luar biasa seperti ini yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, wajar saja sedari kecil dia memang lahir dan hidup di hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Dia merasakn tidur yang benar-benar nyenyak mala mini, mungkin juga karena rasa capek yang benar-benar membuat dia tidak berdaya lagi tadi malam. Dengan bangganya dia berjalan keluar setelah melihat teman-temannya masih tertarik oleh gravitasi kasur. “Dasar orang-orang lemah, tidur tersu kerjaannya” ucap Aris yeng melihat Fano dan Anjas masih lengket dengan bantal mereka. Melihat tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN