Entah kenapa Arumi terlihat sangat sungkan pada Anjas, tidak seperti sikap dia kemarin-kemarin. Tiba-tiba saja dia mengeluarkan selebar kertas berwarna putih dari dalam tasnya dan kemudian memberikannya pada Anjas. Anjas tentu saja menjadi kebingungan dengan maksud Arumi memberikan selembar kertas itu padanya. “Ini apa Rum?” tanya Anjas. Namun Arumi justru memilih diam, sepatah katapun tidak ke luar dari mulutnya. Dia hanya terlihat tertunduk lesu setelah Anjas bertanya seperti itu. Awalnya Anjas menduga jika itu hanyalah kertas kosong biasa, namun setelah ia balik ternyata itu adalah kertas yang berwujud udangan, undangan pernikahan Arumi dengan Doni. “Kamu mau menikah dengan Doni? Ini beneran?” tanya Anjas yang tampak masih tidak percaya dengan isi kertas itu. “Iya mas, aku harus men

