Bimo terus saja menarik Arumi, memaksa dia untuk ikut pergi dengan dirinya hingga Arumi berteriak-teriak minta tolong karena dirinya merasa terancam oleh Bimo, karena Arumi jika Bimo memiliki niatan buruk pada dirinya. Bimo tentu saja merasa gusar meliahat Arumi yang terus saja teriak meminta tolong dengan begitu keras, dia khawatir jika teriakan Arumi itu terdengar oleh warga kampung. Meskipun posisi mereka berdua saat ini jauh dari pemukiman warga, namun dengan kondisi malam hari yang sunyi sepi, ada kemungkinan jika teriakan Arumi akan terdengar cukup jelas. “Kamu diam! Jangan macam-macam kamu. Di sini tidak ada orang yang akan bisa menolongmu” bentak Doni sembari membungkan mulut Arumi menggunakan telapak tangannya. Doni lanatas menggeluarkan sapu tangan dari dalam sakunya celanan

