Seluruh bulu kuduk Anjas mendadak berdiri semuanya, keberaniannya menciut seketika. Dia mencoba unutk memastikan apakah memang tangan yang mendarat di punggungnya emang tangan manusia atau bukan, dia coba raba dan dia merasakan ada banayak sekali bulu di tangan itu. Ingin rasanya untuk mebalikan badan agar dapat melihat langsung wajah dari makhluk itu, namun tampaknya mentaldia tidak berniuntuk melakukannya. “Apa mungkin ini genderuwo?” tanya Anjas dalam hati setelah merasakan bahwa tangan yang ada di punggungnya banyak sekali bulunya. Anjass mencoba mengoyang-goyangkan punggungnya agar tangan itu dapat lepas, namun usahanya tampak sia-sia,tangan itu masih mencengkram erat pungguh Anjas. Merasa sudah tidak tahan lagi jika terus begitu, Anjas menguatkan tekatnya untuk meningkatkan kebera

