Liburan kali ini bukan hanya Anjas gunakan sebagai ajang untuk menyenangkan diri, namun juga sebagai sebuah alat yang ia harapkan dapat membantunya untuk menyembuhkan hatinya dari luka yang masih sangat perih ia rasa. Dia sebenarnya tahu jika terus saja berlarut-larut meratapi dalam kesidihan seperti ini tidak baik untuk keshatan dirinya dan mentalnya, namun mau apa dikata , rasa yang berusaha ia jaga sedari lama harus terpaksa ia hilangkan dengan seketika. Anjas merasa dirinya adalah orang paling hancur di dunia ini, setiap hari dia harus meaksa diri untuk menyembunyikan kesedihannya dengan canda tawa palsu agar semua orang tidak tahu bahwa sekarang dia hanyalah seorang kesatria cinta yang kuyu. Ingin rasanya dia belari di bawah rintikan hujan sembari menangis sejadi-jadinya, namun apaka

