Chapter 14

1074 Kata

 Situasi seketika berubah menjadi panik, Robi yang melihat Anjas memutahkan darah cukup begitu banyak segera berteriak memanggil Aris dan Fano yang sedang asyik main game bersama di depan TV. Aris dan Fano yang mendengar Robi berteiak mamanggil mereka berdua, mereka segera berlari mencari keberadaannya yang terdengar seperti dari arah kamar mandi yang berada di ujung belakang rumah. “Ada apa?” tanya Aris yang melihat Robi memegangi bahu Anjas. “Kamu kenapa njas” tanya Fano pada Anjas yang melihatnya sedang mutah. “Lihat itu” ucap Robi yang menyuruh Aris dan Fano melihat ke arah dalam kloset. Darah berwarna hitam pekat terlihat memenuhi lubang kloset, entah sudah berapa banyak Anjas mengeluarkan darah hitam seperti itu dari mulutnya hingga Robi sudah menyentor kloset itu hingga dua kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN