“Makhluk macam apa itu tadi” gumam Fano. Awalnya Fano ingin belalri, namun seketika dia sadar jika saat inin dia sedang berada di rumah sakit. Akhirnya dengan sengaja Fano memperlambat langkahnya dan menahan teriakannya karena dia takut akan menggangu orang yang sedang sakit yang sedang dirawat di sana. Yang terpenting sekarang dia masih terus berjalan kembali menemaui Robi dan yang lainnya di sana. Sepanjang jalan dia terus mengucap istighfar dan tatapan mata dia terus saja menghadap ke depan, tak peduli apakah makhluk itu mengejarnya atau bagaimana, selama dia masih bisa berjalan dengan lancar, berarti dirnya masih aman. “Ayo, sebentar lagi sampai. Ingat! Jangan melihat ke belakang” gumam Fano. Hanya perlu melewati sebuah belokan lagi agar dia bisa melihat Robi dan yang lainnya. Sedi

