Chapter 47

1035 Kata

“Kamu jangan mengada-ngada Ris!” ucap Fano. “Buat apa aku bohong soal kayak gini, barusan ada orang yang nelpon pakai nomor Robi, katanya mobil Robi nabrak pembatas jalan apa tadi” ucap Aris. “Terus bagaimana keadaan Robi? Abah Sani sama Arumi bagaimana? Baik-baik saja kan mereka bertiga?” tanya Fano yang tampak benar-benar panik dan khawatir. “Kata mas yang nelepon tadi, katanya hanya Robi endiriran yang ada di mobil, mungkin dia sedang perjalanan kembali ke sini. Sedangkan kondisi Robi katanya saat ini masih enggak sadarkan diri” ucap Aris. “Terus bagaimana ini? Kita mau nyusul ke sana atau bagaimana ini?” tanya Fano. “Manurutku enggak usah. Aku sudah bilang pada mereka unutk bawa Robi ke rumah sakit ini saja. Lagian kita mau kesana mau naik apa?” ucap Aris. “Iya juga, lebih baik k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN