Chapter 24

1021 Kata

 Robi dan Aris merasa ini situasi sudah tidak mendukung lagi untuk mereka tetap di sana. Apalagi Aris yang semakin bertambah rasa takut dan paniknya karena mendengar jika tidak ada lagi orang lain selain mereka di sini. Akhirnya setelah mereka berdua setengah memaksa dan menyeret Anjas dan Fano untuk segera naik dan masuk ke mobil agar mereka dapat segera pulang. Di sepanjang tanjakan Robi dan Aris meminta Fano dan Anjas unutk mepercepat langkahnya, bahkan kalau memang mereka masih mempunyai tenaga, Robi meminta mereka berdua untuk lari. “Bentar-bentar, ini orang main dorong-dorng aja kenapa sih? Udah di suruh lari tadi dari bawah sampai sini. Kayak mau mati ini rasanya” ucap Anjas dengan napas yang masih engos-engosan. “Ayo cepetan naik dulu, nanti kau jelasin di jalan aja” ucap Robi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN