Meskipun hati terasa berat dan badan terasa malas untuk melakukannya, Anjas memaksakan dirinya untuk memasakan makan malam untuk mereka. Sebenarnya yang membuat dia mennyetujui permintaan teman-temannya bukan karena ingin di anggap sebagai orang yang pandai memasak , bahkan untuk dia anggap sebagai teman yang baik dan pengertian saja, Anjas sama sekali tidak menginginkan akan hal itu. Tujuan utamanya bukanlah memasak, namun mebeli bahan yang akan di masak. Karena hanya dengan begitu dia bisa bertemu dengan Arumi si gadis cantik penjaga warung itu. “Cuma masak mie instan bukalah hal sulit bagiku, yang terpenting akau bisa bertemu dengan Arumi hari ini” gumam Anjas sembari senyum-senyum sendiri. “Kamu kenapa? Kesurupan pengguni sungai tadi apa gimana? Kok senyum-senyum sendiri kayak gitu?

