“Kamu mau ke mana? Main pergi begitu saja” ucap Doni. “Bukan urusanmu” ucap Anjas. Doni tampak benar-benar ingin memancing emosi Anjas, berulang kali dia mengucapkan kata-kata yang seolah-olah merendahkan Anjas. Namun Anjas tetap bisa menahan emosinya, dia tidak mau jika sampai mereka berdua ribut di rumah sakit. Khawatir kesabaran dia nanti habis, Anjas memilih unutk pergi saja meninggalkan Doni di sana. “Bagaimana rasanya di buang oleh Arumi? Enak enggak?” tanya Doni dengan nada mengejek. Anjas sudah mengepalkan tangannnya, ingin rasanya bagi Anjas untuk menghadiahi muka Doni dengan satu pukalan agar mulut dua berhenti bicara. Namun sayangnya kembali lagi Anjas sedang tidak berada di tempat yang tepat untuk melakukan itu. “Kenapa? Mau pukul? Sini pukul!” ucap Doni yang melihat Anj

