Pertarungan yang cukup sengit anatara Anjas dan Doni. Mereka berdua saling mencoba memukul satu sama lain, tanpa ada target pukulan yang jelas. Terlihat dari gerakan tangan mereka berdua yang terkesan hanya diayunkan secara membabi buta, seolah-olah terserah nanti mengenai apa. Namun karena memang badan Anjas lebih besar daripada Doni dan sedari awal Anjas memang sudah memiliki keterampilan bela diri, dibandingkan Doni yang masih polos, Anjas mampu membuat Doni jatuh berkali-kali dengan mudah karena pukulanya. “Cuma segitu kemampuanmu?” tanya Anjas dengan nada menghina. “Ternyata enggak sebanding sama sekali dengan mulut besarmu itu” imbuh Anjas. Doni yang sudah terkapar dengan bibir, hidung dan pelipis yang sudah berdarah, tampaknya masih bernafsu untuk mengalahkan Anjas. Doni kembali

